Pengalaman Magang atau PKL di Bappenas - Masnaato
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengalaman Magang atau PKL di Bappenas

Pengalaman Magang atau Internship di Bappenas



Kerja Praktek di Bappenas (Subdit. Kawasan Khusus dan Perbatasan)

Ok, akhirnya saya mau meluangkan waktu untuk berbagi pengalaman All About KP yang dulu saya laksanakan pada Januari-Februari 2011. Semoga ada manfaatnya, terkhusus bagi adik2 pwk ’09 yang udah pada mau KP. Di Bappenas dulu saya KP di Subdit. Kawasan Khusus dan Perbatasan, Direktorat Kawasan Khusus dan Daerah Tertinggal (mereka biasa nyebut Dit. KKDT)

How to apply?

Yang pertama yang ingin saya ceritakan mengenai proses perizinannya. Perlu diketahui semua proses perizinan yang saya lakukan semuanya by phone and email dengan biro SDM Bappenas. Tidak repot sebenarnya. Tapi musti sabar. Karena jawabannya pasti lama karena kesibukan Bappenas. Untuk syarat yang perlu dipersiapakn hanya CV, surat pengantar dari jurusan, dan proposal. CV dan proposal dibuat terpisah (artinya masing-masing aplikan membuat sendiri) akan tetapi dikirim secara kolektif. Kalau tidak salah dulu saya mulai ngurusin perizinan bulan September, syarat-sayaratnya baru lengkap dan saya kirim pada November-Desember, dan baru ada jawaban pada awal Januari (saya ingat ketika itu sedang ujian). Jika diterima, nanti akan ditelfon dan akan dikirim surat semacam LoA dari bappenas yang dikirim via email. Dan juga dilampirkan surat pernyataan untuk mengikuti KP (isinya semacam tatib) untuk ditandatangani oleh aplikan dan koordinator KP. Lalu dikirim ulang ke bappenas via email juga. Ini proses pengajuan saya dulu. Mungkin aja berubah, karena proses pengajuan saya dulu juga beda dengan prosesnya kakak angkatan (pwk ‘07). Intinya komunikasi dengan Biro SDM dulu. 

Living And Settlement 

Selama KP saya ngekos di daerah Kramat Sentiong-Jakpus. Dekat ama FK UI. Biaya kos Rp.500.000./bulan satu kamar berdua (jadi satu orang Cuma 250rb). Fasilitas kasur – lemari. Ke bappenas Cuma naek bus sekali , bus 27 (ac, IDR 6rb) atau bus 67 (non ac, IDR 4rb). Cari makan lumayan gampang, banyak pilihan. Tapi ya lebih mahal kalo dibanding jogja. 

First Time

Hari pertama KP, cukup kaget melihat kantor Bapenas, ternyata lokasinya pas di depan taman suropati dan di samping kediaman Wapres. Bangunannya berarsitektur belanda, yang saya banyangkan dari penampilan luarnya, dalamnya juga pasti jelek dan kuno, tapi ternyata tidak, cukup megah dalamnya. Ketika masuk pintu utamanya, ada 2 hal yang saya dapati: Ruang Bu Mentri dan Satpam yang bertanya tentang keperluan saya. Setelah menjelaskan bahwasanya ingin KP, satpam langsung mengarahkan ke Biro SDM. Ok, saya langsung menuju Biro SDM. Di biro SDM, saya disambut oleh Mbak Shinta (alumni UGM) dan Mbak Endah yang selama ini membantu perizinan via phone and email. Wah, orangnya baik banget dan ngakrapin. Setelah bincang-bincang sedikit, saya lalu diberi surat keterangan penempatan di Dit. KKDT. Trus beliau berdua langsung mengantar saya ke Dit. KKDT. Di Dit. KKDT saya disambut dan diberi pengarahan oleh Pak Dodo, pesan pertama beliau kurang lebih : “ya keadaan kita di sini seperti ini, sibuk banget, kasian juga kadang sama yang KP, makanya harus pintar2 menempatkan diri” Then, saya diajak berkenalan dengan seluruh staf Dit. KKDT dan diajak berputar-putar di Lingkungan Bappenas (luas juga ternyata, gak seperti terlihat dari luar). Nah, setelah muterin Bappenas, saya akhirnya bertemu dengan The Real Boss (Red : Kasubdit Kawasan Khusus dan Perbatasan). Setelah beliau memberikan pengarahan sedikit, saya menanyakan mengenai kontrak kerja. Kira-kira pekerjaan apa saja yang akan saya ikuti. Eh, malah beliau memerintahkan saya untuk buat sendiri, untuk nanti beliau cek, dan hari pertama ini saya dipersilahkan untuk istirahat dulu. Nah loh? 

Daily Jobs

Hari kedua saya mulai diberi kerjaan. Yang memberi adalah staf ahli perbatasan. Saya diberi draft rencana induk pengelolaan perbatasan, untuk direview dan dicek konsistensi matriks-matriks kebijakan dan program yang ada di dalamnya. Inilah yang menjadi pilot project saya selama KP. Pada awalnya saya duduk nomaden. Ga ada meja. Namun pada akhirnya bisa menetap disalah satu meja kasubdit yang punya kantor dua. Makan siang di kantor gratis. Dibeliin ama OB dan disuruh milih, mau apa? Wifi kantor super cepet, kalo bosan bisa duduk-duduk di pantri sambil ngeliyatin rumah Pak Boediono. Kalo lagi mumet juga bisa becanda ama staf-staf KKDT, orangnya kocak-kocak, tapi kalo diskusi serius abis.

Additional Job

Selain kerjaan utama di atas, ada beberapa kerjaan sampingan yang juga saya kerjakan, diantaranya : membantu membuat laporan rapat koordinasi, mengecek kevalidan nama kecamatan-kecamatan di perbatasan, bantu nyiapin peresentasi, (kalo mau, tak kasi logbooknya). Selain itu kalo ada rapat tentang perbatasan, saya juga pasti diikutin, beberapa yang saya ingat adalah Rapat dengan BNPP dan seluruh Kementrian/Lembaga pengelola perbatasan dan dengan konsultan penyusun Reninduk pengelolaan perbatasan.

Special Job

Eng ing eng..yang paling mengesankan dari KP adalah ketika diikutkan dalam perjalanan dinas ke kawasan perbatasan, tepatnya ke Kab. Alor NTT. Perjalanan dinas ini dalam rangka belanja masalah perbatasan dalam rangka penyusunan rencana aksi pengelolaan perbatasan. Tentu semua free donk. Di kasi lumsum, uang transport, dll (totalnya gede banget untuk ukuran mahasiswa). Katanya, ga di Dit KKDT aja, direkorat lain juga kalo ada perjalanan dinas kalo ada yang KP pasti diikutkan.

Epilogue

Pengalaman KP adalah pengelaman luar biasa. Saya jadi tahu bagaiamana koordinasi antara kementrian, bagaiamana koordinasi dengan daerah, bagaimana perjalanan dinas, bagaimana kawasan perbatasan, bagaimana kinerja staf kementrian, dll. Luar biasa... bisa jadi buku sendiri kalo mau diceritain. Tapi yang paling menyenangkan sebenarnya adalah : apa yang saya kerjakan tidak ada yang disia-sia kan, benar benar ditindak lanjuti. Setiap hasil kerjaan yang saya kumpulkan langsung di forward ke kasubdit dan konsultan untuk ditindak lanjuti. Bahkan, hasil kerjaan saya langsung saya sampaikan ketika rapat koordinasi dengan konsultan. Segini aja. Maaf jika tulisannya kacau balau, waktu itu kok makin sempit ya?


 


Post a Comment for "Pengalaman Magang atau PKL di Bappenas"