Istilah-Istilah Dalam Machine Learning Dan Data Mining - Masnaato
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Istilah-Istilah Dalam Machine Learning Dan Data Mining

Istilah-Istilah Dalam Machine Learning Dan Data Mining



Sebelum membahas tentang machine learning lebih dalam, maka pada sub bab ini akan disebutkan dan diterangkan terminologi atau istilah- istilah yang umum digunakan.


 

Dataset, Instance & Feature

Dengan menggunakan pendekatan data-driven maka pembelajaran dapat dilakukan jika telah dimiliki data atau sering disebut sebagai dataset.       Di bawah ini ditampilkan dataset iris yang terdiri atas 150 baris atau record yang akan lebih dikenal dengan istilah instance.



Gambar 2. Dataset iris.

Pada dataset di atas dapat dilihat 5 kolom yaitu:

1.       Sepal.Length.

2.       Sepal.Width.

3.       Petal.Length.

4.       Petal.Width.

5.       Species.

Istilah yang digunakan untuk kolom adalah feature, artinya dataset di atas memiliki 5 feature. Pada beberapa algoritma, feature dapat dibedakan menjadi dua yaitu: feature dan target variable (target feature). Sebagai contoh jika dataset di atas diproses dengan algoritma klasifikasi maka target variable (target feature) adalah Species sedangkan sisanya adalah feature.


Training Set & Test Set

Dataset akan digunakan pada proses pembelajaran algoritma paling tidak terdapat dua tahap yang harus dilakukan, yaitu tahap training dan pengujian (test). Jika dimiliki 150 instance pada dataset maka harus dibagi menjadi dua. Data yang digunakan pada tahap training akan disebut dengan istilah training set. Sedangkan yang digunakan pada tahap pengujian disebut test set.

Untuk teknik pembagian dataset menjadi training dan test set akan diterangkan pada bab yang lain.

 

 

Tipe

Machine learning dapat dibedakan menjadi dua tipe. Tipe yang dimaksudkan di sini adalah tipe algoritma yaitu:

1.       Supervised learning.

2.       Unsupervised learning.

 

Supervised Learning

Pembelajaran pada tipe ini telah diketahui apa yang akan diprediksi atau target variablenya. Sehingga tujuan membangun algoritma sudah jelas hal apa yang akan diprediksi. Oleh karena itu model yang dihasilkan dari tipe ini adalah model prediksi.

Model prediksi digunakan untuk melakukan proses prediksi target variable (target feature) berdasarkan feature-feature lain pada suatu dataset. Algoritma pembelajaran yang dibangun mencoba untuk menemukan dan memodelkan hubungan antara target variable (target feature) tersebut dengan feature-feature lainnya.

Klasifikasi adalah contoh task mechine learning tipe supervised untuk melakukan prediksi. Beberapa contoh penerapan klasifikasi adalah sebagai berikut:

1.       Penentuan email adalah email spam.

2.       Penentuan seseorang mengidap kanker.


3.       Penentuan kemenangan suatu tim sepakbola.

Pada klasifikasi, target feature yang akan diprediksi adalah feature terkategori yang dikenal dengan istilah kelas (class) dan dapat dibagi menjadi kategori yang disebut dengan istilah level.

Kasus klasifikasi dapat dibedakan berdasarkan tipe masalah yang umumnya ditemui, yaitu:

1.       Klasifikasi 1 class.

2.       Klasifikasi 2 class (binary).

3.       Klasifikasi multiclass, terdapat lebih dari 2 class.

Saat ini telah banyak teknik/metode klasifikasi yang dikembangkan untuk menyelesaikan masalah klasifikasi 2 class. Sehingga untuk menyelesaikan masalah klasifikasi multiclass dapat digunakan kombinasi teknik/metode yang biasa digunakan untuk menyelesaikan klasifikasi 2 class

Supervised learning juga dapat digunakan untuk memprediksi data numerik. Task seperti ini dikenal dengan istilah regresi.

Berikut ini adalah beberapa nama algoritma tipe supervised leaning yaitu:

1.       K-Nearest Neighbors.

2.       Naïve Bayes.

3.       Suport Vector Machine.

4.       Decision Trees.

5.       Linear Regression.

6.       Neural Network.

 

Unsupervised Learning

Unsupervised learning merupakan kebalikan dari tipe sebelumnya dimana tidak terdapat target variable (target feature) pada dataset. Model yang dihasilkan dari tipe ini adalah descriptive model.

Salah satu task descriptive model untuk menemukan pola yang bisa mengidentifikasi asosiasi pada dataset. Contoh implementasinya dapat dilakukan pada menemukan pola pada proses analisis barang yang


dibeli oleh pembeli pada suatu super market atau mini market. Tujuan dari analisis ini adalah untuk mengetahui barang-barang yang sering dibeli bersama-sama. Sebagai contoh jika pembeli membeli roti maka otomatis juga membeli keju dan susu kental manis. Atau jika pembeli membeli sabun cuci maka juga membeli pengharum pakaian. Dengan informasi pola tersebut maka pemilik super market dapat menggunakannya untuk membuat iklan diskon untuk kelompok barang tersebut, atau pemilik juga dapat membuat agar tata letak barang- barang tersebut dibuat berdekatan.

Task descriptive model yang lain adalah mengelompokkan dataset ke dalam kelompok-kelompok yang homogen yang disebut dengan istilah clustering. Kelompok-kelompok homogen yang dihasilkan dari clustering perlu bantuan manusia untuk melakukan intepretasi hasil tersebut untuk menentukan atau mendeskripsikan apa isi dari kelompok-kelompok tersebut.

Contoh unsupervised learning adalah:

1.       Association rule.

2.       K-Mean clustering.

 

Langkah-Langkah Implementasi

Berikut ini adalah langkah-langkah yang digunakan untuk melakukan implementasi machine learning untuk menyelesaikan kasus yang dihadapi. Terdapat 5 tahap yang dapat diterapkan pada pada setiap algoritma machine learning, yaitu:

1.       Pengumpulan data.

2.       Eksplorasi dan persiapan data, langkah eksplorasi data bertujuan untuk lebih mengenal data yang digunakan. Sedangkan langkah persiapan data bertujuan untuk meningkatkan kualitas data seperti menghilangkan data yang tidak diperlukan. Karena kualitas model yang dihasilkan sangat bergantung pada data yang digunakan.

3.       Training/pelatihan model, langkah pembangunan model. Pada langkah ini digunakan training set sebagai input data.


4.       Evaluasi model, langkah evaluasi dilakukan untuk mengetahui performansi dari model yang dihasilkan maka model yang dihasilkan pada tahap sebelumnya akan diuji dengan menggunakan test set sebagai input data.

5.       Perbaikan model, langkah ini diperlukan jika diinginkan performansi yang lebih baik. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk itu mendapatkan performansi yang lebih baik, diantaranya adalah mengganti tipe learning atau algoritma yang digunakan. Atau dengan cara melakukan perbaikan pada data yang digunakan baik dengan cara menambah data, mengurangi feature pada dataset dan lain-lain.


Post a Comment for "Istilah-Istilah Dalam Machine Learning Dan Data Mining"