Pengalaman Ikut Seleksi Management Trainee atau MT di L'Oreal - Masnaato
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengalaman Ikut Seleksi Management Trainee atau MT di L'Oreal

Pengalam Ikut Seleksi Kerja di L'Oreal

Awalnya sama sekali nggak kepikiran untuk daftar disini. Berawal dari ngobrol-ngobrol sama temen, gue pun iseng apply di salah satu beauty company terbesar di Indonesia ini. Pas coba buka websitenya, kebetulan liat vacancy-nya yang terlihat menarik, gue pun iseng apply untuk posisi recruitment intern.

 

Kenapa akhirnya gue mau daftar internship? Padahal awanya gue ga mau dan maunya langsung kerja permanen. Karena yang gue liat, program internship-nya L'Oreal yang bernama High Flyer Internship (HFI) ini terlihat oke. Mulai dari pekerjaan yang menarik, kesempatan ikut training (Batch sebelumnya bahkan training di kantornya Google!), sampai insentif yang sangat kompetitif untuk jabatan intern. Program magang ini juga salah satu bentuk rekrutmen mereka untuk menjaring potential employee. Tapiii program magang ini berjalan cukup lama yaitu selama 6 bulan.

 

Yang bikin gue tertarik dari posisi yang gue apply adalah pekerjaannya yang merupakan irisan dari 2 bidang yang gue suka, yaitu HR dan marketing. Dari jobdesc yang ada di website-nya juga tampaknya pekerjaannya meaningful dan dinamis, nggak sekedar admin seperti kebanyakan anak magang pada umumnya.

 

Yang bikin gue bingung adalah temen gue yang udah apply dari lama, jauh sebelum gue liat lowongan itu, belum dikabarin juga lolos atau nggaknya tapi lowongan ini masih tertera di websitenya. Apakah job advertisementnya belum dihapus, atau memang masih vacant? Yah coba apply aja lah gue pikir. Kali aja beruntung hehe. Akhirnya gue pun coba apply HFI 2015 batch 2 ini.

Phone Interview
Beberapa hari setelah gue apply, gue ditelepon L'Oreal. Sayangnya gue lagi in flight mau liburan. Sejam kemudian gue pun ditelepon lagi pas lagi di perjalanan menuju hotel. Ternyata recruiter-nya mau phone interview, tapi karena situasinya lagi nggak oke akhirnya kami janjian phone interview 1 jam lagi.

Sesampainya di hotel, gue ngechaarge aja di depan hotel sambil nungguin telepon. Yang bikin galau adalah keluarga gue mau pergi makan abis itu jalan-jalan. Ini antara gue ga mau ditinggal sendiri sama ga boleh melewatkan phone interview lagi. Untungnya abis itu gue di-SMS sama interviewer-nya bahwa interview digeser ke after lunch. Gue pun pergi makan sambil nge-charge HP.

Gue tungguin udah di jamnya kok belom ditelepon-telepon, sedangkan keluarga udah mau jalan lagi ke Jatim Park. Akhirnya kami semua berangkat ke Jatim Park, dengan keadaan gue masih was-was nungguin telepon. Sebelum kami masuk ke dalam Jatim Park, gue cari tempat sepi supaya nggak berisik saat phone interview. Sulitnya adalah disana dipasang lagu-lagu pake speaker.

Akhirnya gue menemukan tempat yang super sepi ga ada orang dan duduk menyendiri haha. Gue pun kemudian ditelepon lagi untuk wawancara. Iya, gue wawancara di Jatim Park. Interview berjalan dalam bahasa Inggris dan pertanyaannya masih pertanyaan screening banget, kayak kenapa mau daftar, terus availability, skill yang berkaitan dengan jobdesc. Nggak lama kok wawancaranya.

Di akhir wawancara gue diundang untuk dateng ke assessment center (AC) di kantor mereka. Ternyata jadwal AC-nya adalah lusa yang mana gue masih liburan di luar kota. Gue pun tanya apakah ada jadwal lain yang bisa gue ikuti, tapi kata dia AC lusa itu adalah AC keempat dan kemungkinan akan jadi AC terakhir. So, mau ga mau gue harus withdraw. Kecuali kalo nanti ada AC lagi, pasti gue akan dikabarin katanya.

Oke gue udah relain sih kalo emang harus withdraw karena nggak mungkin juga kan gue baru nyampe Malang dan harus balik ke Jakarta lagi. Jadi yaudahlah.

Ga lama kemudian tiba-tiba gue di-SMS lagi sama interviewer-nya. Katanya dia akan discuss sama HR Manager-nya mengenai kondisi gue. Kalo HR Manager-nya merasa gue adalah potential candidate, bisa aja nanti akan ada asesmen terpisah untuk gue. Tapi worst case-nya adalah gue withdraw.

Disitu gue agak ngerasa deg-dengan sih. Kalo sampe dibikin asesmen terpisah untuk gue dan ternyata gue ga memenuhi ekspektasi mereka, kan jadi nggak enak. Jadi itu jadi beban tersendiri buat gue. Dan gue inget kata dia bahwa udah ada 4x asesmen. Gue mikir kok untuk intern aja sampe 4x asesmen gitu.. Apakah mereka belum dapet-dapet kandidat yang cocok? Apakah itu berarti ekspektasi mereka tinggi banget? Padahal ini intern loh..

Beberapa hari kemudian gue pun di-SMS lagi, dikabarin bahwa gue diundang AC di kantor mereka. Dari invitation email gue menangkap bahwa akan ada beberapa kandidat lainnya bukan cuma gue sendiri. Cukup lega lah gue berarti AC ini bukan hanya gue sendiri.

Assessment Day
Seperti biasa, sekitar 1 jam sebelum jadwal gue udah sampe di lokasi. Kesan pertama begitu masuk ke lobby-nya adalah kantornya elegan banget. Interiornya didominasi oleh warna putih. So elegant. Selain gue, ada 1 kandidat cowok yang udah sampe duluan. Sebut saja X. Gue dan dia pun ngobrol-ngobrol sambil nunggu waktu.

 

Kandidat lain pun satu persatu mulai berdatangan dan kami saling kenalan. Dari hasil ngobrol-ngobrol itu, banyak yang ternyata udah digantungin lama sekitar sebulanan, ada juga bahkan yang udah dapet reject letter terus tau-tau dipanggil lagi. Seolah seperti kekurangan kandidat dan cari yang masih bisa di-reconsider. Sementara gue cepet banget dipanggilnya cuma sekitar seminggu. Hampir semua kandidat juga ternyata seangkatan sama gue yang udah lulus sidang, meskipun judulnya ini intern. Peserta asesmen ternyata untuk function yang berbeda-beda. Mostly untuk marketing dan HR.

 

Sebelum mulai asesmen, kami pun dibawa ke satu ruangan dan diperkenalkan tentang L'Oreal. Disitu diputar video company profile, dijelaskan company profile juga pake slide yang menarik. Setelah denger penjelasan dari manajernya, gue yang tadinya biasa aja sama company ini jadi tertarik banget.

 

3-Minutes Interview

Tahap pertama assessment center adalah 3-minutes interview. Kami dipanggil secara bergantian untuk proses interview sementara yang lainnya menunggu di ruangan. Alhamdulillah gue bukan peserta yang dipanggil pertama kayak pas di Unilever :') Jadi bisa rileks dan tanya-tanya sama yang udah dapet giliran. Untungnya udah sempet diceritain sama temen gue yang lain tentang proses interview-nya, sehingga gue nggak kaget dan nggak terlalu deg-degan, karena kalo gue baru tahu saat itu juga, sepertinya gue akan kaget banget seperti peserta lainnya.

 

Sambil menunggu, para peserta juga ngobrol-ngobrol lah untuk saling kenal dan ngurangin ketegangan. Oh ya, menariknya kami juga dikasih beberapa produk L'Oreal yang beda-beda. Tapi sayang karena gue duduknya agak di ujung jadi dapet produk sisa, yaitu sabun cuci muka cowok :(

 

Tibalah giliran gue yang dipanggil ke dalam ruang interview. 3-minutes interview ini lebih kayak presentasi mengenai diri sendiri dalam bahasa Inggris, karena bener-bener introduction dan sambil berdiri! Ya, sambil berdiri di depan 2 interviewer! Katanya sih kita akan dikasih waktu 3 menit untuk ngomong baru abis itu tanya-jawab. Jadi nggak to' bener-bener 3 menit doang. Tapi kenyataannya, di sela-sela kita ngomong, interviewer langsung memotong kalo mereka punya pertanyaan. Interviewer-nya serius banget mendengarkan. Mukanya juga serius banget. Pada bilang mukanya galak dan nyeremin, tapi gue sih mikirnya itu ekpresi serius mendengarkan aja.. 

 

Gue yang tadinya udah menyiapkan script panjang lebar, nge-cut script bener-bener ke poin utamanya aja karena takut kebanyakan dan ada yang nggak sempet tersampaikan. Ternyata gue nge-cut cukup banyak sehingga masih ada sisa waktu sekitar 1 menit. Gue pun sempet nge-blank mau ngomongin apa karena poin-poin utama udah gue sampaikan semua.

 

Keluar dari ruang interview, pastinya gue ditanya sama seperti yang lainnya. Dan jawaban gue adalah "Yah begitu lah". Nggak yang seneng atau kecewa sih. Overall baik-baik aja meskipun sempet ada pertanyaan yang unexpected.

 

Dari 18 peserta, ternyata dieliminasi setengahnya untuk lanjut ke tahap berikutnya. Dan Alhamdulillah gue termasuk ke dalam 9 orang yang lolos ke tahap berikutnya.

 

Kami pun break ISHOMA dulu dan makan siang ternyata disediain. Kami makan di kantinnya L'Oreal di lantai atas, yang tetap terlihat elegan dengan dominansi interior warna putih. Cuma di kantinnya ini lebih berwarna, ada warna-warna bright yang bagus banget dikombinasiin dengan warna putih. Hmm gambarannya kayak di Nicole's Kitchen & Lounge kali ya..


Focus Group Discussion

Tahap selanjutnya adalah FGD. 9 peserta dibagi ke dalam 3 kelompok yang masing-masing kelompoknya terdiri dari 3 orang. Kami dikasih sebuah business case singkat dan beberapa pertanyaan yang harus dijawab. Selama diskusi, assessor yang merupakan interviewer sebelumnya mengobservasi kami secara bergantian.

 

Kami juga diminta membuat presentasi dalam flipchart kemudian mempresentasikan hasil diskusi kami di depan assessor dan peserta lainnya. Setelah itu, setiap kelompok juga diminta mengajukan satu pertanyaan untuk kelompok yang sedang maju presentasi.

 

Selesai FGD, kami dipersilakan pulang. Fiuhh akhirnyaa berakhir juga hari itu. Lega banget rasanya. Tapi tiba-tiba nggak lama kemudian dikasih tau lagi bahwa gue beserta 2 orang lainnya jangan pulang dulu karena mau di-interview sama user. Katanya mumpung user-nya bisa. What?? Gue yang tadinya udah lega langsung deg-degan lagi. 


User Inteview

Dari 3 orang yang ditahan itu, ada 2 orang yang daftar HR, yaitu gue dan satu kandidat lainnya sebut saja si Y. Y di-interview lebih dulu dari gue. Gue pun nunggu sendirian dalam ketegangan. Sekitar 30 menit kemudian gue dibilangin untuk tunggu sebentar lagi, karena si Y lagi diminta ngedesain. What?? Ngedesain?? Ada asesmen tambahan lagi?? Agak panik sih diminta ngedesain apaan coba... Ya meskipun emang related sama jobdesc nantinya sih.

 

Sambil nunggu dipanggil interview, di waktu yang singkat itu pun gue langsung nge-chat di grup Media nanya beberapa cara di Photoshop yang gue belum ngerti. Ngerasa beruntung banget gue punya temen-temen di Biro Media yang pada jago desain dan responsif ketika ditanya.

 

Oke, gue pun akhirnya dipanggil interview. Ternyata interviewer-nya adalah 2 orang interviewer di 3-minutes interview sekaligus assessor di FGD. Yah begitulah kalo daftar HR, assessornya biasanya akan itu-itu aja dan keuntungannya kadang di beberapa company kita nggak perlu 2x interview (HR interview dan user interview) karena user kita adalah orang HR, jadi cukup sekali aja.

 

Di user interview ini pertanyaannya lebih mendalam seputar past experience, seperti pengalaman organisasi dan kepanitiaan. Ditanya kesediaan untuk pulang malem juga karena sepertinya akan ada beberapa waktu kita harus lembur. Gue sih ngerasa interview-nya cepet banget.


Design Assessment

Nah berkaitan dengan jobdesc yang akan dikerjaan yaitu ngedesain, sama seperti si Y gue pun diminta untuk ngedesain. Ternyata yang diminta adalah ngeduplikat poster hard copy ke dalam soft copy menggunakan Adobe Photoshop.

 

Ada 2 poster berbeda yang bisa kita pilih untuk diduplikat. Poster pertama lebih banyak elemennya dan lebih sedikit tulisannya, sedangkan desain kedua lebih banyak tulisan dibanding elemennya. Menurut gue tingkat kesulitan kedua poster tersebut cukup beda jauh sehingga gue pun pilih yang lebih gampang. Ternyata si Y juga pilih poster yang sama.

 

Gue dikasih waktu 30 menit untuk mengerjakan desain tersebut. Dari proses pengerjaannya, gue mulai dari yang gampang dulu karena ada beberapa teknik yang gue belum tau caranya. Gue pikir yang penting informasi utama dari poster tersebut tersampaikan. Yang jadi PR banget adalah banyaknya teks yang harus kita ketik. Itu time-consuming banget.

 

30 menit berakhir dan gue belum selesai. Informasi utamanya sih udah, tinggal aksesoris-aksesorisnya aja yang belum. Gapapalah gue pikir emang gue belum advance banget pake Photoshop. Setelah itu gue pun dipersilakan pulang.

 

Baru keluar gedung, tiba-tiba gue di-SMS lagi sama recruiter-nya. Dia bilang kedua user masih belum bisa menentukan antara gue dan Y karena hasil desain gue dan Y mirip-mirip. Oleh karena itu gue diminta dateng lagi di hari Seninnya untuk ngedesain lagi. Wow, persaingan semakin di ujung dan semakin ketat.

 

Belajar dari pengalaman, gue pun dengan niatnya minta bantuan anak-anak Media untuk ngajarin gue beberapa teknik yang belum gue bisa. Untungnya mereka bersedia meluangkan waktu untuk ngajarin gue. Setelah diajarin itu gue pun sempet latihan di rumah untuk praktik langsung apa yang udah diajarin ke gue.

 

Additional Design Assessment

Kali ini gue nggak dikasih pilihan poster, tapi udah ditentukan dari awal. As predicted, desainnya kali ini lebih susah dan lebih mirip desain sebelumnya yang punya banyak elemen. Di poster ini, elemennya banyak, teksnya pun juga banyak. Tapi kali ini beberapa teks udah disediain di Ms. Word tinggal dicopy, tapi tetep aja ada yang harus diketik.

 

Untuuung banget gue belajar dulu karena hampir semua yang gue pelajari itu keluar! Macem ujian aja. Overall sih gue bisa mengerjakan dengan cukup baik, meskipun engga selesai juga hehe. Tapi overall udah tercover sih baik teks maupun elemen lainnya. Tinggal sedikit printilan kecil aja yang belum. Ada juga elemen yang nggak tersedia, sehingga gue coba bikin yang mirip. Lolos nggak lolos, gue puas lah sama hasilnya karena gue bisa mengerjakan poster yang kayak gitu hehe.

 

Keesokan harinya, gue dapet offering dari company lain sedangkan L'Oreal ini belum keluar result-nya. Gue pun berinisiatif untuk tanya result-nya. Manajernya pun nanya apakah ada hal yang gue concern apa gimana. Gue pun menjelaskan kondisinya gue udah di-offer company lain dan untungnya manajernya responsif dan bersedia untuk ngasih tau result keesokan harinya.

 

Keesokan harinya seharian gue tungguin belum ada kabar juga. Was-was banget karena gue udah harus konfirm offering company lain. Kata temen gue sih manajernya masih bingung karena belum sreg sama kedua kandidat, dan nggak tahu apakah jadinya akan ada yang di-hire atau ngga. Ketika tahu hal itu, keinginan gue untuk intern disana sedikit memudar. Gue pikir buat apa gue kerja disana kalo atasannya sendiri kurang sreg sama gue. Takutnya kalo diterima dan kerja nanti malah jadi kurang nyaman.

 

Akhirnya baru jam 7 malem gue di-email hasilnya yang menyatakan bahwa gue nggak lolos. Agak sedih sih karena udah jadi kepengen, tapi nggak apa-apa karena gue inget keraguan manajernya dan gue juga udah dapet offering dari company lain juga hehe.

 

Post a Comment for "Pengalaman Ikut Seleksi Management Trainee atau MT di L'Oreal"