Tutorial R : Cara Membuat Histogram di Pemrograman R Terbaru - Masnaato
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tutorial R : Cara Membuat Histogram di Pemrograman R Terbaru

Sintaks dasar untuk membuat histogram menggunakan R adalah -



Tutorial R : Cara Membuat Histogram di Pemrograman R Terbaru - Histogram mewakili frekuensi nilai variabel yang dikelompokkan ke dalam rentang. Histogram mirip dengan obrolan bar tetapi perbedaannya adalah ia mengelompokkan nilai-nilai ke dalam rentang berkelanjutan. Setiap batang dalam histogram mewakili ketinggian jumlah nilai yang ada dalam rentang itu.

R membuat histogram menggunakan fungsi hist () . Fungsi ini mengambil vektor sebagai input dan menggunakan beberapa parameter lagi untuk memplot histogram.

Sintaksis

Sintaks dasar untuk membuat histogram menggunakan R adalah -

hist(v,main,xlab,xlim,ylim,breaks,col,border)

Berikut adalah deskripsi parameter yang digunakan -

  • v adalah vektor yang mengandung nilai numerik yang digunakan dalam histogram.

  • main menunjukkan judul grafik.

  • col digunakan untuk mengatur warna batang.

  • border digunakan untuk mengatur warna border setiap bar.

  • xlab digunakan untuk memberikan gambaran sumbu x.

  • xlim digunakan untuk menentukan kisaran nilai pada sumbu x.

  • ylim digunakan untuk menentukan rentang nilai pada sumbu y.

  • break digunakan untuk menyebutkan lebar setiap batang.

Contoh

Histogram sederhana dibuat dengan menggunakan vektor input, label, kolom, dan parameter batas.

Skrip yang diberikan di bawah ini akan membuat dan menyimpan histogram di direktori kerja R.

# Create data for the graph.
v <-  c(9,13,21,8,36,22,12,41,31,33,19)

# Give the chart file a name.
png(file = "histogram.png")

# Create the histogram.
hist(v,xlab = "Weight",col = "yellow",border = "blue")

# Save the file.
dev.off()

Ketika kita menjalankan kode di atas, hasilnya adalah sebagai berikut -

Histogram V

Rentang nilai X dan Y.

Untuk menentukan rentang nilai yang diperbolehkan pada sumbu X dan sumbu Y, kita dapat menggunakan parameter xlim dan ylim.

Lebar setiap batang dapat ditentukan dengan menggunakan jeda.

# Create data for the graph.
v <- c(9,13,21,8,36,22,12,41,31,33,19)

# Give the chart file a name.
png(file = "histogram_lim_breaks.png")

# Create the histogram.
hist(v,xlab = "Weight",col = "green",border = "red", xlim = c(0,40), ylim = c(0,5),
   breaks = 5)

# Save the file.
dev.off()

Ketika kita menjalankan kode di atas, hasilnya adalah sebagai berikut -

Garis Histogram Putus

Post a Comment for "Tutorial R : Cara Membuat Histogram di Pemrograman R Terbaru"